Terima Kasih!
Home

 >>  

Blog

 >>  

Lakban

 >>  

Jenis Perekat Lakban

 >>  

Variasi Jenis Perekat Lakban (Adhesive Tape)

Jenis Perekat Lakban - Adhesive Tape

Di publish oleh S-Gala.com, Tanggal 

September 2, 2020

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel

Variasi Jenis Perekat Lakban (Adhesive Tape)

Dapatkan Lampu Gratis,

 Share Artikel Ini

FB Logo

Bagikan di Facebook

Bagikan di Whatsapp

Sebelumnya kita sudah menambah pengetahuan kita tentang informasi seputar lakban. Nah, kali ini kita akan mengupas lebih jauh informasi mengenai jenis-jenis adhesive tape.

Selain itu, kita juga akan membahas mengenai bahan dasar pembuat zat adhesive pada lakban itu sendiri. Kenapa bisa menempel? Bisa sekuat apa sih lem atau zat adhesive pada lakban? Yuk, kita bahas satu per satu.

Non-Adhesive Tape

Sesuai namanya, non-adhesive tape atau non-glue tape adalah jenis lakban tanpa lem. Maksudnya, pita tipis yang tidak dilapisi oleh zat perekat, namun disebut lakban karena tetap dapat menjadi media perekat juga.

Kamu pasti tahu kan barang yang satu ini : seal tape. Bahkan, rasanya setiap rumah pasti sedia lakban yang satu ini. Seal tape adalah salah satu contoh non adhesive tape. Walaupun tidak dilapisi oleh zat perekat apapun, tapi ternyata seal tape dapat menempel pada pipa rumah anda dan bahkan bisa menambal kebocoran pada pipa, bukan? Nah, seperti itulah sifat dari non-adhesive tape.

Contoh lain dari non-adhesive tape adalah protective film atau lapisan pelindung benda. Protective film biasanya digunakan untuk melindungi permukaan mobil dari goresan dan semburan cat. Selain itu ada juga protective film yang digunakan untuk melapisi lantai atau karpet rumah, fungsinya adalah sebagai pelapis anti debu pada permukaan lantai. Meskipun tipis dan tidak dilapisi oleh zat perekat, protective film tetap dapat menempel dengan baik pada permukaan, bersifat anti selip, dan juga tidak mudah sobek.

Protective film , non adhesive tape
GAMBAR 1. Contoh non adhesive tape

Stretch wrap atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah plastic wrap yang sering digunakan untuk pengemasan, benda ini juga termasuk ke dalam kategori non adhesive tape. Nah, setelah mengetahui hal ini, jangan bingung lagi ya saat mendengar istilah non adhesive tape.

Plastic wrap - non adhesive tape
GAMBAR 2. Plastic wrap juga termasuk lakban tipe non adhesive tape

Self Adhesive Tape

Lakban dengan perekat jenis self-adhesive merupakan pita perekat yang sudah dilapisi oleh zat perekat. Lakban jenis ini sangat mudah digunakan karena memiliki sifat pressure-sensitive. Artinya, cukup sedikit ditekan maka lakban akan tertempel di permukaan benda.

Bahan perekat yang digunakan serta kekuatan perekatnya bisa berbeda-beda tergantung kegunaan tiap jenis lakban itu sendiri.

Awalnya, adhesive tape yang bersifat pressure sensitive ditemukan dan digunakan untuk keperluan medis.

Bahan utama perekat untuk selotip (pressure-sensitive adhesive) ditemukan pertama kali oleh Dr. Horace Day pada tahun 1845. Beliau adalah seorang dokter bedah.

Lalu pada tahun 1901, orang Jerman yang bernama Oscar Troplowitz dari perusahaan Beiersdorf AG membuat sebuah inovasi pita perekat yang kita kenal dengan istilah leukoplast. Leukoplast yang terbuat dari kain masih kita gunakan untuk menempel kain kasa penutup luka sampai dengan saat ini.

Setelah itu pada tahun 1936, Beiersdorf AG membuat inovasi pita perekat bening yang kita kenal dengan selotip.

self adhesive tape
GAMBAR 3. Contoh self adhesive tape- OPP Tape

Contoh dari self adhesive tape sangat banyak dan mudah kita temukan. Selotip berbagai warna atau stationary tape yang ada di kotak ATK kita merupakan contoh sederhananya. Selain itu, double tape, OPP tape (lakban packing), lakban kertas, dan lakban kain hitam yang sering kita gunakan untuk menjilid; itu juga contoh penerapan dari jenis self-adhesive tape.

Perekat pada self-adhesive tape biasanya merupakan water base acrylic, artinya berbahan dasar larutan lem acrylic.

Gummed tape

Adhesive tape tipe gummed tape adalah jenis adhesive tape yang harus diaktifkan dengan media air. Sebelum terkena air, perekat pada lakban tidak akan muncul. Lakban akan terlihat seperti pita biasa. Setelah dioleskan dengan air, maka perekat akan muncul dan bisa kita tempelkan ke permukaan benda.

GAMBAR 4. Struktur dari gummed tape

Contoh lakban yang menggunakan jenis adhesive ini yaitu kraft paper tape yang memiliki warna cokelat. Anda bisa mempelajari karakteristik dari gummed tape di artikel mengenai kraft paper tape.

Anda bisa menggunakan spons basah atau dispenser khusus gummed tape untuk mengaktifkan zat perekat pada lakban.

Walaupun menggunakan air, tapi jangan salah, gummed tape bisa memiliki daya rekat yang sangat kuat. Bahkan lebih besar daripada lakban tipe self-adhesive. Hal itu dikarenakan zat perekat dari gummed tape dapat menyatu dengan permukaan yang ditempelnya. Misalnya pada kraft paper tape, zat perekat akan menyatu dengan dus yang ditempelnya sehingga lakban tidak dapat dilepas kembali tanpa sobek.

Heat Activated Tape

Mirip dengan gummed tape, jenis lem selotip yang satu ini juga memerlukan aktivator untukbisa menempel. Aktivatornya kali ini adalah panas. Contoh heat activated tape di Indonesia yang paling terkenal adalah isolasi bakar.

GAMBAR 5. Contoh dari lem lakban tipe heat activated

Heat activated tape biasanya terlihat seperti pita biasa, tidak terlihat ada perekatnya, jadi tidak bersifat pressure sensitive. Lakban jenis ini biasanya bisa berubah bentuk setelah dipanaskan. Fungsinya biasanya adalah untuk mengikat atau untuk merekatkan bagian-bagian benda, misalnya serat-serat tembaga atau kabel-kabel kecil menjadi satu utas kabel yang lebih besar. Atau untuk menambal bagian kabel yang sobek.

Bahan dasar dari adhesive tapeyang satu ini adalah perekat berbasis termoplastik yang terbuat dari bahan polyurethane, nylon, polyester, vinyl, dan zat pelarut. Panas yang dibutuhkan untuk mengaktivasi adhesive tape ini adalah sekitar 82 derajat Celcius.

Manfaat dari adhesive tapedengan aktivator panas adalah:

  • Sesuai untuk permukaan yang tidak berbentuk atau tidak rata
  • Daya rekatnya tinggi
  • Dapat diposisikan dengan sangat fleksibel
  • Bisa menempel atau mengikat berbagai jenis bahan
  • Tahan air
  • Multifungsi

Single Tape dan Double Tape

Setelah memahami jenis-jenis adhesive tape, kini kita amati juga bahwa lakban yang umum digunakan ada yang mengandung perekat hanya di satu sisi lakban, tapi ada juga yang di kedua sisi lakban. Perekat yang hanya dilapis di satu sisi lakban disebut dengan single tape. Sedangkan yang dilapis di kedua sisi lakban disebut dengan istilah double tape. Semuanya disesuaikan dengan fungsi dari tiap lakban itu sendiri.

Bicara mengenai adhesive tape, kita tentu pernah mengalami masalah ini : lem lakban tersisa di permukaan benda saat lakban dicabut. Nah, jangan lupa baca cara menghilangkan sisa perekat lakban di artikel web ini yaa!

Nah, sekarang jadi semakin tahu kan variasi adhesive tape.

Jangan lupa baca artikel lainnya di blog ini ya supaya pengetahuan kamu semakin luas!

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel
Kirim Katalog Produk Ke Email
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Informasi Reseller
Bergabung bersama ribuan reseller lainnya. Dengan modal awal Rp 200rb.
Informasi Reseller

Klik untuk Tanya-Tanya seputar Produk / Reseller ?

S-gala.comGoogle Map Alamat kami

Dapatkan Katalog Lengkap Reseller diemail anda

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Atau Chat LANGSUNG dengan admin kami melalui WA dengan klik tombol dibawah

CHAT WA Admin
Testimoni - ReviewPengiriman - PembayaranGaransi dan PenggantianMenjadi Mitra Droship PointKesempatan Bisnis Reseller
S-gala.comGoogle Map Alamat kami
Rajin Review FREE HP Samsung A10s
Tim Pengaduan akan menghubungi anda dalam 1x24 jam

No WA Keluhan :
081222768892
Tutup Form
Refresh Halaman dan Kirim Ulang
X
Form Keluhan Pelanggan
2018-2020 CV Qions Putra Perkasa