Iklan Sponsor
Logo S-Gala.com png

Mengenal Obeng Torsi atau Torque Screwdriver

July 6, 2022
Cover Obeng Torsi
Iklan Sponsor

Berbicara perihal obeng, tentu tidak terlepas dengan istilah torsi.

Apa sih torsi itu?

Torsi adalah nilai perputaran gerakan yang terjadi akibat dorongan antara piston dan poros engkol.

Secara sederhana, torsi dapat kita anggap sebagai besaran gaya yang terjadi akibat gerakan memutar.

Jadi saat kita memutar obeng, ada gaya putar yang terjadi agar baut/sekrup bisa ikut terputar.

Berapa sih torsi yang diperlukan?

Nah, tentunya berbeda-beda dan harus pas besarannya.

Bayangkan kalau saat memutar obeng, torsinya terlalu kecil. Akibatnya baut / sekrup tidak dapat terputar.

Tapi kebalikannya, kalau torsinya terlalu besar, akibatnya mata obeng bisa rusak. Bahkan sekrup / baut juga bisa ikut rusak.

Obeng Torsi

Torque Screwdriver

Untuk mempermudah penggunaan, inovasi terhadap obeng terus dilakukan.

Salah satu inovasi cerdas yang pernah dibuat adalah obeng torsi.

Apa yang dimaksud dengan obeng torsi?

Obeng torsi adalah obeng yang dilengkapi komponen dan mekanisme khusus yang berfungsi untuk mengatur seberapa besar torsi yang akan dihasilkan oleh obeng tersebut.

Torsi dapat diatur secukupnya, supaya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil agar efisien saat digunakan.

Torque screwdriver ini biasanya digunakan untuk keperluan pembuatan mesin, manufaktur, dan maintenance. Oleh karena itu kekuatan atau kekencangan baut harus seragam, maka digunakanlah obeng dengan torsi ini agar kualitasnya terjaga.

Contoh pemakaian obeng torsi

Coba kalian bayangkan, jika di pabrik mobil baut ban mobil dipasang secara manual tanpa ukuran standar. Tentu kekencangan bautnya akan berbeda-beda.

Kalau sampai terlalu kencang atau terlalu kendur akan berbahaya dan berpengaruh pada kecepatan serta performa mobil.

Berdasarkan penjelasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa biasanya mekanisme atau teknologi torsi ini bersifat otomatis dan lebih banyak diterapkan pada obeng-obeng elektrik / pneumatik.

Tapi walaupun begitu, ada juga obeng torsi mekanik (non-elektrik) yang menggunakan teknologi torsi ini. Biasanya torsi yang dihasilkan tidak sebesar yang elektrik.

Standar Torsi yang Biasa Digunakan

Kini tentu muncul pertanyaan, lalu berapa besar sih torsi yang biasa digunakan atau menjadi standar pada obeng torsi itu sendiri?

Satuan yang biasa dipakai untuk torsi adalah N.m atau Newton meter.

Obeng ini biasanya bisa diatur besaran torsinya mulai dari 0.04 N.m sampai setidaknya 27 N.m.

Tapi secara umum, tidak ada satu obeng yang bisa mengakomodir semua besaran tersebut. Biasanya obeng dengan torsi dibagi 3 kategori berdasarkan kekuatan torsinya :

  • Torsi rendah
  • Torsi menengah
  • Torsi tinggi

Semua disesuaikan dengan kebutuhan.

Lalu darimana kita tahu berapa besar torsi yang harus disetel / diatur pada obeng?

Biasanya saat membeli sekrup / baut, akan ada keterangan seberapa besar torsi yang dibutuhkan. Beda merk dan beda bahan pembuatan sekrup/ baut, maka beda juga besaran torsi yang diperlukan.

Berikut ini adalah contoh panduan dari salah satu merk sekrup dan baut.

Cara Menentukan besar torsi sekrup baut

Tentunya tabel diatas hanya sebagai contoh saja dan tidak bisa dipakai untuk semua jenis dan semua merk sekrup / baut ya!

Jenis-jenis Teknologi Mekanisme Torsi

Untuk mengatur besarnya torsi supaya tidak berlebihan, tentu harus ada sebuah indikator dan mekanisme ‘stop’ saat putaran obeng sudah mencapai nilai yang diinginkan.

Dari situ ada 3 jenis torque screwdriver yang bisa kalian beli di pasaran.

Cam over

obeng torsi dengan cam over

Teknologi cam over biasanya diterapkan pada obeng tipe torsi mekanik. Ada sebuah mekanisme seperti kopling sederhana yang memungkinkan operator tahu bahwa torsi yang diinginkan sudah tercapai.

Ketika obeng diputar, maka operator akan sampai di titik tertentu dimana tidak dapat memutar lagi sekrup / baut. Itulah tanda dimana torsi sudah tercapai.

Cushion Clutch

obeng torsi dengan mekanisme cushion clutch

Sama seperti jenis cam over, tapi tipe cushion clutch ini biasanya diterapkan pada obeng jenis torsi elektrik atau pneumatik.

Saat torsi yang diinginkan tercapai, akan ada mekanisme yang menandai hal tersebut. Misalnya bunyi ‘klik’ yang bisa didengar dan dirasakan oleh operator.

Tapi obeng akan terus bisa memutar meskipun bunyi klik sudah terjadi. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya human error dan over torsi masih cukup tinggi (sekitar 3% - 5%).

Auto shut-off

obeng torsi dengan mekanisme auto shut off

Obeng tipe auto shut-off akan secara otomatis mati setelah torsi yang diinginkan tercapai. Hal ini dapat membantu pekerja untuk meminimalisir over torsi dan juga berimbas pada efisiensi energi.

Jenis-jenis Torque Screwdriver

Berdasarkan cara pakainya, ada 3 jenis torque screwdriver yang bisa kalian pilih yaitu sbb.

Obeng Torsi Manual / Mekanik

obeng torsi mekanik

Bentuk screwdriver torsi manual / mekanik ini ada yang lurus dan ada juga yang seperti pistol.

Torsi yang dihasilkan berkisar 0.04 N.m sampai dengan 20 N.m.

Obeng Torsi Elektrik

Obeng torsi elektrik
Berbagai jenis obeng torsi elektrik. Kiri atas : model pistol. Kanan atas : moel angle-type. Kiri bawah : model lurus / initial. Kanan bawah : Cordless

Untuk tipe elektrik, ada yang sekaligus dibuat sebagai bor juga. Jadi satu alat tapi multifungsi.

Obeng elektrik sendiri ada yang tipe corded (dilengkapi kabel) dan cordless (tanpa kabel).

  1. Corded – harus dicolok ke sumber listrik; ada yang bentuknya seperti pistol, angle-type (seperti pistol tapi dengan moncong pendek), dan juga lurus. Kuat dan menghasilkan torsi besar, mulai dari 10 N.m –1000 N.m.
  2. Cordless – daya berasal dari baterai, otomatis kekuatannya tidak sebesar corded. Torsi maksimal yang dihasilkan berkisar 25 N.m saja.

Obeng Torsi Pneumatik

obeng torsi angin

Ini juga jenis torque screwdriver yang mampu menghasilkan torsi besar. Biasanya digunakan untuk keperluan manufaktur di area otomotif, aerospace (kapal luar angkasa), dan perahu/kapal laut.

Sumber tenaganya berasal dari kompresor angin.

Kesimpulan

Jadi dari penjabaran di atas, berikut adalah kesimpulannya:

  • Obeng torsi adalah jenis obeng yang bisa diatur besaran target torsi yang ingin dicapai.
  • Besaran torsi didapat dari standar sekrup atau baut dari manufakturnya.
  • Biasanya digunakan untuk keperluan manufaktur sebagai quality assurance bahwa standar kekencangan baut/sekrup harus seragam dan sama di setiap produknya.
  • Ada 3 jenis teknologi yang digunakan pada torque screwdriver : cam over, cushion clutch, & auto shut-off.
  • Ada 3 jenis obeng torsi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan : obeng manual, elektrik, dan juga pneumatik

Nah, bagaimana artikel kali ini? Semoga menambah wawasan kalian ya! Jangan lupa untuk selalu update dan membaca artikel menarik lainnya hanya di www.s-gala.com/blog-post

Kalau kalian berminat untuk  membeli atau berjualan berbagai produk obeng, alat listrik dan kebutuhan rumah, ayo segera hubungi CS kami melalui tombol di bawah!

Iklan Sponsor
Iklan Sponsor
Iklan sponsor, Scroll untuk melanjutkan
Iklan Sponsor
Iklan Sponsor
Beriklan hubungi 081-222-768-892
Iklan sponsor, Scroll untuk melanjutkan
Iklan Sponsor
Iklan sponsor, Scroll untuk melanjutkan
Iklan Sponsor
Iklan sponsor, Scroll untuk melanjutkan
Iklan Sponsor
Tutup Kalatog

Lampu Tumblr

Rp 11.400

Lampu Tumblr

Rp 11.400

Lampu Tumblr

Rp 11.400

Lampu Tumblr

Rp 11.400

Lampu Tumblr

Rp 11.400

Terhubung dengan Whatsapp tim penjualan kami
Tutup Iklan  X
Tutup