Terima Kasih!
Home

 >>  

Blog

 >>  

Lampu Emergency

 >>  

Rangkaian lampu emergency

 >>  

Berkenalan Dengan Rangkaian Lampu Emergency

Rangkaian Lampu Emergency

Di publish oleh S-Gala.com, Tanggal 

June 27, 2020

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel

Berkenalan Dengan Rangkaian Lampu Emergency

Dapatkan Lampu Gratis,

 Share Artikel Ini

FB Logo

Bagikan di Facebook

Bagikan di Whatsapp

Semua alat elektronik tersusun dari rangkaian listrik atau rangkaian komponen. Begitu juga dengan lampu emergency, ada rangkaian komponen yang menyusunnya agar berfungsi dengan baik.

Komponen penyusun rangkaian lampu emergency
Komponen yang menyusun rangkaian lampu emergency

Komponen penyusun lampu emergency sebenarnya cukup umum dan mudah didapatkan. Bisa kalian dapatkan di toko listrik atau cukup dengan menggunakan mesin pencarian di internet.

Mau lebih murah lagi?

Kalian terkadang bisa memperolehnya dengan mencabut komponen yang masih bisa dipakai dari peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai atau rusak.

Nah, sebelum mencoba membuat lampu emergency sendiri, kita kenalan dulu yuk dengan rangkaian lampu emergency itu sendiri!

Secara umum ada dua bagian penyusun rangkaian lampu emergency:

  1. Rangkaian pengubah arus listrik dari AC menjadi DC
  2. Rangkaian lampu LED Emergency

Rangkaian pengubah dari AC ke DC

Lampu emergency memiliki 2 fungsi atau peran, yaitu sebagai berikut :

  1. Tetap bisa menyala dalam kondisi ada sumber listrik (PLN) >> di sinilah diperlukan rangkaian pengubah arus AC menjadi DC
  2. Tetap bisa menyala dalam kondisi tidak ada sumber listrik (menggunakan baterai)

Listrik dari PLN biasanya merupakan listrik dengan arus bolak-balik atau Alternating Current (AC), sedangkan kebanyakan peralatan elektronik menggunakan listrik dengan arus searah atau Direct Current (DC).

Sehingga diperlukan rangkaian komponen yang bisa merubah arus listrik dari bolak-balik ke searah atau lebih kita kenal dengan AC ke DC.

Terdapat dua alternatif untuk mengubah listrik dari AC ke DC:

1. Menggunakan trafo dan dioda

Rangkaian listrik pengubah AC ke DC menggunakan trafo dan dioda
Rangkaian pengubah arus AC menjadi DC menggunakan trafo dan dioda

Coba kalian lihat gambar di atas. Pada rangkaian tersebut listrik AC yang masuk tegangannya 230V dan keluaran akhir merupakan listrik DC tegangannya 12V.

Komponen yang digunakan adalah:

a. Transformator atau Trafo

Contoh transformator pada rangkaian lampu emergency
Contoh trafo pada rangkaian pengubah arus AC ke DC

Trafo pada rangkaian lampu emergency berguna untuk menurunkan tegangan, misalnya dari 230V menjadi 12V. Tetapi ingat bahwa arus yang mengalir masih merupakan listik dengan arus AC.

Pada saat menggunakan transformator perhatikan mana yang merupakan bagian masukan atau input listrik dan bagian yang menjadi outputnya.

Simbol trafo pada rangkaian lampu emergency
Contoh simbol trafo pada rangkaian pengubah arus AC ke DC

Penjelasan penamaan komponen T1 230V-13V (lihat gambar):

  • T1 : transformator / trafo ke 1
  • 230V – 13V : trafo berfungsi sebagai penurun tegangan dar 230V ke 13V

b. Dioda

Nah, arus listrik yang masih berupa arus AC dari transformator harus dilanjutkan ke dioda supaya arusnya berubah jadi DC.

Dioda pada lampu emergency
Contoh dioda

Dioda berfungsi untuk menyearahkan arus listrik yang bolak balik (AC) menjadi searah (DC). Dioda akan disusun membentuk formasi bridge converter, yang merupakan formasi penting untuk menyearahkan listrik dari 13V AC menjadi 13V DC.

Hal ini bisa terjadi karena dioda merupakan komponen yang hanya memungkinkan arus listrik hanya ke satu arah sesuai dengan cara kita memasang komponen tersebut.

contoh simbol dioda
Contoh simbol dioda pada rangkaian listrik

Penjelasan penamaan komponen D1,D2,D3, D4, dan 1n4007 (lihat gambar):

  • D1, D2, D3, D4 : menunjukkan dioda ke 1 hingga ke 4
  • 1n4007 : jenis dioda yang digunakan
Dioda dengan arah arus listriknya
Contoh dioda dengan ilustrasi arah arus listrik dan simbolnya

Dari gambar di atas, terlihat ring atau garis yang berwarna lebih cerah (silver). Warna ini biasanya menunjukkan arah katode (-), jadi jangan lupa untuk memperhatikan arah pemasangan dioda ya! Jangan sampai terbalik.

c. Kapasitor

Kapasitor digunakan untuk menyimpan sebagian kecil dari arus listrik yang melaluinya, sehingga memastikan hasil pasokan listrik DC yang lebih konsisten atau terus menerus.

Kapasitor pada lampu emergency
Kapasitor 1000uF/25V teknologi through hole

Coba lihat gambar, pada kapasitor terdapat indikator garis biru bertanda negatif (-). Tanda itu menunjukkan kaki dengan kutub negatif dari kapasitor tersebut.

Contoh simbol kapasitor pada rangkaian listrik
Contoh simbol kapasitor pada rangkaian listrik

Penjelasan penamaan komponen C1 – 1000uF / 25V:

  • C1 : kapasitor ke 1
  • 1000uF : menunjukkan kapasitas dari kapasitor yang digunakan, dalam satuan mikro-Farad
  • 25V : voltase / tegangan kerja dari kapasitor

d. Integrated Circuit (IC)

Integrated Circuit atau dikenal sebagai IC, merupakan perkembangan dalam dunia elektronika. Sederhananya, IC merupakan komponen "all in one", dimana di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sudah dipasangkan sesuai dengan tujuan khusus IC tersebut.

IC sangat mempemudah penggunaan karena akan menyederhanakan secara keseluruhan fisik dari rangkaian yang akan dibuat.

Contoh IC tipe LM2940 - 12V
Contoh IC LM2940-12V
Contoh simbol IC pada rangkaian pengubah arus AC ke DC

Penjelasan penamaan komponen IC1 – LM2940-12V:

  • IC1 : Integrated Circuit / IC ke 1
  • LM2940 : tipe IC yang digunakan
  • 12V : menunjukkan Voltase kerja IC tersebut
Diagram IC tipe LM2940-12V
Diagram IC LM2940-12V

Pin / kaki pada IC memiliki fungsi yang berbeda-beda, contohnya pada gambar diagram di atas. Jangan sampai salah posisi dalam memasangkan kaki-kaki IC.

Dalam rangkaian lampu emergency, fungsi dari IC yang digunakan adalah untuk meregulasi atau mengontrol tegangan listrik yang mengalir pada rangkaian. Misalnya, harus stabil sebesar 12V.

Kestabilan voltase diperlukan karena sebagian besar komponen dalam peralatan elektronika membutuhkan tegangan yang sesuai dengan spesifikasi. Apabila kurang atau terlalu tinggi maka beresiko merusak komponen lainnya.

2. Menggunakan IC sepenuhnya tanpa transformator

Untuk mengubah arus dari AC menjadi DC, kalian juga bisa menggunakan IC sepenuhnya tanpa trafo.

Dibandingkan dengan rangkaian sebelumya (rangkaian pengubah arus AC menjadi DC menggunakan trafo dan dioda), ukuran rangkaian pengubah arus AC-DC yang menggunakan IC akan menjadi lebih kecil dibanding menggunakan trafo.

Rangkaian pengubah listrik AC menjadi DC menggunakan IC
Rangkaian pengubah listrik AC menjadi DC menggunakan IC

Selain menggunakan IC, ada komponen lain yang digunakan yaitu : dioda, kapasitor, sekering, dan transistor.

a. Integrated Circuit (IC)

IC SR037
Contoh IC SR037

Pada gambar rangkaian pengubah arus AC menjadi DC menggunakan IC di atas, digunakan IC dengan tipe SR03x, tipe ini memiliki fungsi khusus untuk menurunkan tegangan dari 220V menjadi 3,3V ataupun 5V tergantung jenis ICyang digunakan; antara SR036 atau SR037.

b. Fuse / Sekering

Simbol fuse/sekering pada rangkaian listrik
Simbol fuse /sekering pada rangkaian listrik

Penjelasan penamaan komponen F1 315mA T:

  • F1 : sekering yang ke 1
  • 315mA : besaran arus yang bisa melalui sekering yang digunakan, dalam satuan mili Ampere
  • T : menunjukkan kecepatan terputusnya sekering saat arus berlebih melalui rangkaian

Sekering dalam rangkaian berfungsi untuk membatasi arus listrik yang dapat masuk kerangkaian, dan berfungsi sebagai pengaman untuk komponen elektonik lainnya.

c. Transistor

Simbol Transistor pada rangkaian listrik
Simbol transistor pada rangkaian pengubah arus AC ke DC

Penjelasan penamaan komponen T1 VN2460N8:

  • T1 : transistor ke 1
  • VN2460N8 : jenis transistor yang digunakan

Secara umum, trasnsistor merupakan komponen yang befungsi seperti saklar, yaitu untuk memutus atau menyambung arus listrik yang melewati rangkaian. Bisa juga disebut sebagai penstabil tegangan listrik. Hal ini terjadi secara otomatis tergntung kondisi yang menjadi pembatas dari transistor yang digunakan.

Tips: dalam penggunaan transistor, dioda, IC, ataupun komponen elektronik lainnya yang tergolong baru untuk kita gunakan, ada baiknya kita dapat membuka sumber informasi mengenai teknis penggunaan komponen tersebut atau sering disebut dengan datasheet yang dapat dengan mudah kita peroleh di internet.

Rangkaian lampu emergency

Setelah listrik yang digunakan telah disesuaikan dengan kebutuhan menggunakan rangkaian pengubah arus listrik, maka komponen penting lainnya adalah rangkaian lampu emergency itu sendiri.

Sebagai contoh dapat kita perhatikan salah satu rangkaian lampu led emergency di bawah ini:

rangkaian lampu emergency
Contoh Diagram rangkaian lampu LED emergency

Dari rangkaian tersebut terlihat bahwa sumber listrik yang berarus DC diperoleh dari charger untuk handphone (HP), trik ini bisa kita gunakan untuk mempermudah perakitan komponen penyusun lampu emergency sehingga tidak memerlukan komponen pengubah arus AC menjadi DC.

Namun rangkaian ini juga sangat memungkinkan untuk digabung dengan rangkaian pengubah arus listrik dari AC ke DC yang sesuai.

Komponen yang digunakan untuk menyusun rangkaian lampu emergency antara lain sbb.

1. Dioda

Simbol dioda pada rangkaian lampu emergency
Simbol dioda pada rangkaian lampu emergency

Dari diagram rangkaian tersebut dapat kita tentukan rangkaian tersebut menggunakan 3 buah dioda yang bertipe 1N4007.

Fungsi dioda adalah untuk menyearahkan arus listrik dan menurunkan tegangan yang masuk ke rangkaian berkisar kurang lebih 3.9V, atau dapat dipastikan dengan mengukur tegangan secara langsung dengan menggunakan multimeter.  

2. Transistor

Simbol transistor pada rangkaian lampu emergency
Simbol transistor pada rangkaian lampu emergency LED

Transistor yang digunakan bertipe 2N2907, dalam rangkaian ini transistor berfungsi seperti saklar. Saat ada arus listrik maka akan mengarahkan arus listrik untuk mecas baterai yang ada di dalam rangkaian.

3. Resistor

Simbol resistor pada rangkaian lampu emergency led
Simbol resistor pada rangkaian lampu emergency LED
Tanda resistor pada rangkaian listrik
Simbol resistor secara umum

Resistor dalam rangkaian berfungsi sebagai beban tambahan dan untuk mengontrol voltase yang melalui suatu komponen yang dipasangkan secara seri dengan resistor. Resistor dapat juga disebut sebagai pengaman untuk komponen yang ada pada rangkaian.

4. LED

Simbol lampu LED pada rangkaian
Simbol komponen LED pada rangkaian lampu emergency
Simbol LED secara umum
Simbol komponen LED secara umum

Light Emitting Dioda atau LED, termasuk dalam komponen dioda. Namun perbedaan LED adalah dapat menghasilkan cahaya saat arus listrik melalui komponen ini.

Sama seperti dioda pada umunya, arus listrik hanya dapat mengalir satu arah, atau dari anoda ke katoda. LED yang beredar di pasaran juga ada yang berupa LED yang sudah termasuk dengan bagian yang dapat mengurangi panas dengan cepat atau yang disebut sebagai heatsink, biasanya terbuat dari aluminium.

5. Baterai

Simbol komponen pada rangkaian lampu emergency
Gambar 22. Simbol komponen baterai pada rangkaian

Baterai yang digunakan dalam rangkaian tersebut merupakan baterai dengan tegangan sebesar 3,7V dan kapasitas sebesar 800mAH (mili Ampere Hour).

Simbol komponen baterai secara umum
Simbol komponen baterai secara umum

Baterai yang digunakan sebaiknya menggunakan tegangan yang sesuai dengan rangkaian.

Apabila tegangan terlalu kecil maka akan beresiko untuk merusak baterai karena rangkaian dirancang untuk tegangan yang lebih besar.

Sedangkan apabila terlalu tegangan baterai terlalu besar maka resikonya adalah baterai tidak dapat terisi dengan baik.

Kapasitas baterai juga akan menentukan lama pakai lampu LED emergency saat tidak ada sumber listrik (PLN). Selain itu kapasitas yang besar akan berpengaruh dalam waktu pengecasan yang diperlukan untuk mengisi baterai hingga penuh. Semakin besar kapasitas maka akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk pengecasan.

Alternatif Lain untuk Komponen dan Rangkaian

Pembahasan di atas merupakan gambaran secara umum. Apabila diperoleh rangkaian lain untuk membentuk lampu emergency maka akan sangat memungkinkan bahwa komponen yang digunakan akan berbeda dari artikel ini.

Banyak juga rangkaian lain yang mungkin sudah menggabungkan dua bagian utama ini (pengubah arah arus dan rangkaian lampu emergency) secara langsung. Untuk dua bagian utama dalam rangkaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang terpenting adalah kedua rangkaian memiliki spesifikasi yang saling memenuhi.

Apabila komponen elektronik yang disarankan juga tidak bisa ditemukan biasanya masih terdapat alternatif komponen yang sama namun dengan tipe yang berbeda. Kalian bisa menggunakan komponen yang sedikit berbeda dengan komponen yang disarankan, yang penting pastikan penggunaan komponen tersebut tidak beresiko untuk merusak komponen elektronik lainnya.

Selamat mencoba.

Jangan lupa untuk mampir ke katalog kami untuk mendapatkan produk terbaru lampu emergency.

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel
Kirim Katalog Produk Ke Email
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Informasi Reseller
Bergabung bersama ribuan reseller lainnya. Dengan modal awal Rp 200rb.
Informasi Reseller

Klik untuk Tanya-Tanya seputar Produk / Reseller ?

S-gala.comGoogle Map Alamat kami

Dapatkan Katalog Lengkap Reseller diemail anda

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Atau Chat LANGSUNG dengan admin kami melalui WA dengan klik tombol dibawah

CHAT WA Admin
Testimoni - ReviewPengiriman - PembayaranGaransi dan PenggantianMenjadi Mitra Droship PointKesempatan Bisnis Reseller
S-gala.comGoogle Map Alamat kami
Rajin Review FREE HP Samsung A10s
Tim Pengaduan akan menghubungi anda dalam 1x24 jam

No WA Keluhan :
081222768892
Tutup Form
Refresh Halaman dan Kirim Ulang
X
Form Keluhan Pelanggan
2018-2020 CV Qions Putra Perkasa