img-event01img-event02
Home

 >>  

Blog

 >>  

Stop Kontak dan Saklar

 >>  

Stop kontak dan Saklar

 >>  

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Saklar

Saklar

Di publish oleh S-Gala.com, Tanggal 

July 11, 2021

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Saklar

Dapatkan Lampu Gratis,

 Share Artikel Ini

FB Logo

Bagikan di Facebook

Bagikan di Whatsapp




Siapa sih yang ngga tau dengan benda satu ini? Saklar adalah alat listrik yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan aliran listrik.

Benda sederhana ini sangat membantu dan memudahkan kehidupan kita setiap hari.

Yuk kita kenalan lebih jauh dengan benda ini!

Cara Kerja

Saklar atau switch adalah salah satu alat yang wajib diperlukan pada saat kita membuat suatu instalasi listrik pada bangunan.

Gambar di bawah ini menunjukan model switch yang ada di rumah kita

cara kerja saklar

Pada gambar di atas, tampak model switch yang memiliki tuas tunggal. Bagian dalamnya tampak pada gambar sebelah kanan.

Anak panah yang berwarna merah menunjukan kontak point saklar. Apabila kontak point menutup maka arus listrik pada kabel warna hitam dapat mengalir dari sumber listrik ke instalasi listrik.

Sebaliknya apabila kontak point-nya terbuka, maka arus listrik tidak dapat mengalir ke instalasi.

Switch Manual dan Otomatis

Dari segi cara pengoperasiannya, saklar terbagi 2 bagian besar yaitu switch yang bekerja secara manual dan yang bekerja secara otomatis.

Saklar manual

Saklar manual ini umumnya bekerja dengan sistem yang sederhana dengan cara ditekan atau digeser menggunakan tangan kita ataupun diinjak. Cara menyalakan dan mematikannya beragam, disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi di lapangan.

Contoh dari switch manual adalah saklar listrik yang menempel di tembok rumah kita. Ada juga contoh saklar tombol,

Untuk menyalakan dan mematikannya harus ditekan secara manual.

Saklar otomatis

Kebalikan dari switch manual, switch otomatis menggunakan sensor tertentu yang menjadi syarat nyala atau matinya si switch tersebut.

Sensornya bisa berupa suhu, tekanan, cahaya, dll.

Dengan berkembangnya teknologi elektronika, sekarang di marketplace tersedia suatu alat elektronik yang sering disebut photo cell.

Alat tersebut merupakan  switch yang bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi cahaya di sekitarnya.

Photo cell sering digunakan untuk otomatis lampu jalan / teras / taman di rumah. Dengan demikian pada saat kondisi di sekitar photocell mulai gelap, lampu dapat otomatis menyala. Jika kondisi mulai terang, maka lampu akan otomatis mati.    

Saklar sensor cahaya

Gambar di atas adalah salah satu contoh photocell yang biasa digunakan untuk menyalakan penerangan umum atau lampu taman.

Dengan menggunakan photo cell maka pengoperasian lampu penerangan umum bisa lebih mudah dan praktis karena lampu dapat menyala/mati secara otomatis sehingga tidak merepotkan.

Seperti yang tampak pada gambar di atas, photo cell memiliki 3 kabel. Fungsi dari kabel tersebut adalah 2 kabel disambungkan ke sumber listrik dan 1 kabel disambungkan ke lampu / peralatan lain yang akan dikendalikan.

terminal pada saklar photocell

Pada gambar di atas, tampak petunjuk penggunaan kabel pada photo cell. Untuk kabel dengan warna hitam dan putih kita hubungkan ke sumber listrik ( PLN ) dengan jalur line / phasa ke warna hitam dan jalur netral ke warna putih , sedangkan warna merahnya dihubungkan ke lampu/peralatan lainnya yang akan dikontrol.

Agar lampu dapat beroperasi dengan baik maka untuk jalur netral ( kabel warna putih pada photo cell ) disambungkan juga ke lampu. Sehingga secara sederhana, sambungan kabel seperti pada gambar di bawah ini:

rangkaian switch photocell

Mosfet Sebagai Saklar

Salah satu komponen elektronika yang ada di dalam photo cell adalah mosfet. Bentuk fisik dari mosfet dapat dilihat pada gambar di bawah ini

mosfet yang biasa digunakan juga sebagai switch

Mosfet pada aplikasinya sering digunakan sebagai saklar elektronik, maksudnya adalah suatu switch yang dikendalikan dengan arus listrik. Seperti yang tampak pada gambar di atas, mosfet adalah komponen elektronika yang memiliki kaki 3 buah.

Masing-masing kaki mosfet mempunyai kode  “G“ artinya Gate;   “D“ artinya Drain;  dan “S“ artinya Source; posisi kaki “ G “ , “ D “ dan “ S “ pada mosfet, dapat dilihat pada datasheet kompenen.

Besarnya tegangan listrik pada kaki “ G “ akan membuatkaki “ D “ – “ S “ terhubung atau terputus. Di bawah ini adalah gambar rangkaian elektronika yang membuat mosfet sebagai saklar.

Skema rangkaian listrik mosfet sebagai switch

Pada gambar di atas tampak bahwa bagian komponen mosfet diibaratkan sebagai switch biasa sehingga memudahkan kita dalam memahami cara kerja dari suatu mosfet. Besarnya tegangan pada “ Vin“ akan menentukankondisi “ D “ – “ S “ terhubung atau terputus.

Pada rangkaian di atas bisa terjadi 2 kondisi yaitu :

  1. Apabila kondisi “ D “ – “ S “ terhubung, maka arus listrik dapat mengalir sehingga pada “Vout“ terdapat suatu tegangan yang dapat mengaktifkan peralatan elektronika yang lain.
  2. Apabila kondisi “ D “ – “ S “ terputus, maka mengakibatkan tidak ada tegangan pada “Vout“ sehingga peralatan yang terhubung akan mati pula.

Jenis pararel dan seri

Pada saat kita menggunakan lebih dari 1 switch untuk mengendalikan suatu peralatan, tersedia beberapa pilihan penyambungan yaitu pararel atau seri.

Sebagai contoh kita kombinasikan switches manual dan otomatis dengan penyambungan pararel dan seri.

Saklar / Switch Paralel

Gambar diagram di bawah ini menunjukan pemasangan saklar secara pararel

skema rangkaian listrik paralel switch

Pada gambar di atas, lampu akan menyala apabila salah satu saklar posisinya “ On “ karena arus listrik PLN dapat mengalir ke lampu.

Jadi apabila kita gunakan rangkaian tersebut pada lampu taman, maka lampu akan menyala apabila salah satu saklar pada posisi “ On “

Saklar / Switch Seri

Gambar selanjutnya menunjukan pemasangan secara seri

skema rangkaian saklar seri

Pada gambar di atas, lampu akan menyala apabila semua saklar posisinya “ On “ sehingga arus listrik PLN dapat sampai ke lampu.

Jadi apabila kita gunakan rangkaian tersebut pada lampu taman, maka lampu akan menyala apabila salah satu saklar pada posisi “On“.

Saklar dengan susunan seri seperti gambar di atas sering disebut juga saklar deret. Hal ini karena pemasangan saklarnya berderet atau berbaris.

Prinsipnya sama saja dengan saklar seri, jadi semua harus dalam posisi “On“ semua, baru lampu bisa menyala.

Jangan lupa untuk membaca lebih jauh artikel lainnya mengenai Saklar dan Stop kontak hanya di www.s-gala.com ya!

Intip juga peluang bisnis menarik dengan modal kecil dan potensi untung jutaan rupiah hanya melalui kontak CS kami.



'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel
Harga 
This is some text inside of a div block.
SPANDUK KECIL 1 X 1
SPANDUK ALAT LISTRIK 2 x 1
STAND FAN KAKI BULAT MASTAP 16" M-16844
Harga Lengkap Produk
Kirim Katalog Produk Ke Email
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Informasi Reseller
Bergabung bersama ribuan reseller lainnya. Dengan modal awal Rp 200rb.
Informasi Reseller

Klik untuk Tanya-Tanya seputar Produk / Reseller ?

S-Gala.comGoogle Map Alamat kami
fb-review-img
google-review-img

Dapatkan Katalog Lengkap Reseller diemail anda

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Atau Chat LANGSUNG dengan admin kami melalui WA dengan klik tombol dibawah

CHAT WA Admin
Testimoni - ReviewPengiriman - PembayaranGaransi dan PenggantianMenjadi Mitra Droship PointKesempatan Bisnis ResellerKebijakan Privasi
S-gala.comGoogle Map Alamat kami
fb-review
google-review
Tim Pengaduan akan menghubungi anda dalam 1x24 jam

No WA Keluhan :
081222768892
Tutup Form
Refresh Halaman dan Kirim Ulang
X
Form Keluhan Pelanggan
2018-2020 CV Qions Putra Perkasa