img-event01img-event02
Home

 >>  

Blog

 >>  

Lampu Sorot

 >>  

Cara Memasang Lampu Sorot dengan 3 kabel

 >>  

DIY - Cara Memasang Lampu Sorot 3 Kabel

Lampu sorot 3 kabel

Di publish oleh S-Gala.com, Tanggal 

March 29, 2021

'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel

DIY - Cara Memasang Lampu Sorot 3 Kabel

Dapatkan Lampu Gratis,

 Share Artikel Ini

FB Logo

Bagikan di Facebook

Bagikan di Whatsapp




Lampu Sorot 3 Kabel

Salah satu lampu yang digunakan untuk menerangi taman atau halaman rumah adalah lampu sorot LED.

Selain tahan air (IP66), lampu ini juga dikenal sebagai lampu yang terang dan hemat listrik karena menggunakan teknologi LED, pemasangannya pun relatif cukup mudah.

Untuk pasang lampu sorot atau lampu tembak untuk taman atau rumah sebenernya cukup mudah, hanya tinggal menyambung kabelnya kejaringan listrik rumah dan lampu sorot dapat menyala.

Namun mungkin diantara kalian ada beberapa yang masih cukup kebingungan bagaimana cara menyambungnya.

Maka dari itu kita akan bahas bagaimana cara menyambung atau memasang lampu sorot di rumah.

Sebelum kita praktek untuk memasang lampu sorotnya, ada baiknya mengetahui skema posisi dari lampu sorot dan komponen lainnya terlebih dahulu.

Gambar skema lampu sorot pada jaringan listrik rumah
Gambar skema lampu sorot pada jaringan listrik rumah

Dari skema di atas, bisa dilihat untuk menyambung lampu sorot sebenarnya hanya tinggal menyambungnya dengan jaringan listrik di rumah (jalur live dan netral).

Dan untuk beberapa lampu sorot ada juga yang menambahkannya dengan jalur ground (dapat disambungkan dengan jalur ground jika di rumah kalian terdapat jalur ini).

Untuk kemudahan dalam mematikan dan menyalakan lampu sorot, kalian dapat menambahkan saklar atau switch disalah satu jalur (live atau netral – namun direkomendasikan di jalur live).

Note: untuk menentukan jalur live kalian dapat menggunakan test pen – jalur live akan menyala sedangkan jalur netral tidak.

Gambar menentukan jalur live dan netral dengan menggunakan test pen
Gambar menentukan jalur live dan netral dengan menggunakan test pen
Gambar menentukan jalur live dan netral dengan menggunakan test pen (2)
Gambar menentukan jalur live dan netral dengan menggunakan test pen (2)

Lingkaran berwarna kuning adalah terminal ground (jika disambungkan dengan tanah di jaringan listrik rumah).

Setelah mengetahui jalur live, netral dan ground di jaringan listrik rumah kalian, maka selanjutnya adalah menentukan jalur kabel pada lampu sorot.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah spesifikasi input dari lampu sorot kalian.

Informasi ini dapat dilihat di dus kemasan atau stiker pada lampu sorot bagian belakang.

Sebagai contoh, lampu sorot pada gambar di bawah menuliskan spesifikasi input AC 165-265V 50/60Hz,sehingga lampu sorot ini dapat dipasang pada jaringan listrik rumah di Indonesia yang memiliki spesifikasi AC 220V 50Hz.

Gambar lampu sorot 3 kabel tampak depan
Gambar lampu sorot 3 kabel tampak depan
Gambar lampu sorot dengan 3 kabel tampak belakang
Gambar lampu sorot dengan 3 kabel tampak belakang

Gambar diatas merupakan gambar lampu sorot 10W dengan spesifikasi input AC 165-265V 50/60Hz dan dilengkapi dengan 3 kabel.

Cara Menentukan Jalur Kabel Lampu Sorot 3 Kabel

Lampu sorot yang beredar di pasaran biasanya sudah dilengkapi dengan kabel.

Ada yang menggunakan 2 kabel dan 3 kabel.

Untuk yang menggunakan 2 kabel, kalian tinggal menyambungnya ke jalur live dan netral, sedangkan yang 3 kabel, kalian harus menentukan mana jalur live, netral dan ground.

Ada 2 cara untuk menentukannya, yaitu:

Dengan warna kabel

Dalam keadaan standard, warna kabel yang digunakan biasanya biru, coklat dan hijau strip kuning.

Warna biru dan coklat merupakan jalur live dan netral, sedangkan hijau strip kuning merupakan jalur ground.

Namun jika warna yang digunakan tidak standard atau kurang yakin, kalian dapat menggunakan cara kedua.

Dengan multimeter

Menentukan jalur grounding dengan menggunakan multimeter.

Jika jalur grounding sudah dapat ditentukan, maka sisa jalurnya adalah live dan netral.

Multimeter di set ke pengukuran resistansi atau kontinuitas.

Langkah pertama
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (1)
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (1)
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (2)
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (2)
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (3)
Gambar mengukur kontinuitas jalur setiap kabel ke bodi lampu sorot (3)

Jalur grounding dapat ditentukan dengan mengukur kontinuitas bodi lampu ke setiap kabel.

Hubungkan salah satu probe pada multimeter ke bodi dari lampu sorot (cari yang tidakdilapisi cat atau coating) dan probe yang satunya ke masing-masing kabel.

Jika pengukuran menghasilkan 0 ohm, maka bisa dipastikan kabel tersebut adalah grounding, namun jika kasusnya seperti gambar di atas yang setiap kabelnya menghasilkan 0L (over load atau tidak terukur) maka grounding yang digunakan adalah isolated grounding (hanya disambungkan ke PCB saja) dan lakukan langkah berikut:

Langkah kedua
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (1)
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (1)
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (2)
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (2)
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (3)
Gambar mengukur kontinuitas setiap kabel (3)

Cara lainnya untuk menentukan jalur grounding adalah mengukur kontinuitas setiap kabelnya.

Sebagai contoh, gambar di atas memperlihatkan pada saat mengukur kontinuitas kabel biru dan coklat, pengukuran menghasilkan angka 8,79 Mohm.

Hal ini menandakan bahwa kabel ini terhubung ke komponen yang berarti kedua kabel ini adalah jalur live dan netral.

Angka yang dihasilkan dari jalur ini biasanya berordemega ohm dan tidak boleh di bawah 1 Kohm bahkan 0 ohm.

Jika angka yang dihasilkan 0 ohm maka dapat dipastikan komponen di dalam lampu sorot rusak karena jalur live dan netralnya mengalami short.

Sedangkan dua pengukuran dari kabel hijau strip kuning ke kabel biru dan coklat menghasilkan pengukuran 0L, maka dapat dipastikan bahwa kabel hijau strip kuning adalah jalur grounding karena tidak terhubung secara langsung ke jalur live dan netral.

Setelah mengetahui jalur listrik dari lampu sorot, maka selanjutnya adalah menghubungkan jalur tersebut ke jaringan listrik rumah.

Caranya adalah dengan menghubungkan kabel tersebut dengan steker listrik atau langsung ke terminal listrik di rumah sesuai dengan jalurnya.

Sebagai catatan, jika jaringan di rumah kalian tidak terdapat jalur grounding sedangkan pada lampu sorot ada kabel grounding, maka kabel grounding tersebut tidak perlu disambungkan (kabel groundingnya dapat dipotong).

Lampu tetap akan dapat menyala dengan baik.

Grounding sendiri berfungsi untuk mengamankan sistem kelistrikan pada saat terjadi kebocoran listrik karena :

  • Isolasi listrik yang kurang baik
  • Timbulnya listrik statis
  • Konsleting pada komponen

Dengan adanya jalur grounding, maka kebocoran listrik tersebut dapat dibuang ke tanah (bumi).

Tanda yang paling gampang ada dan tidaknya jalur grounding di rumah kalian adalah dengan memegang bodi peralatan elektronik pada saat dinyalakan.

Jika dipegang dan kalian merasakan sensansi tersetrum, atau bisa juga menggunakan test pen yang ditempelkan pada bodi elektronik dan menyala, maka dapat dipastikan di rumah tersebut tidak terdapat jalur grounding atau jalur grounding tidak terpasang dengan baik.

Untuk menghubungkan lampu sorot dengan menggunakan steker listrik dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar steker listrik
Gambar steker listrik

Gambar di atas menunjukkan cara menghubungkan kabel dengan steker listrik.

Jalur live / netral ditandai dengan lingkaran warna biru dan coklat sedangkan untuk jalur grounding ditandai lingkaran warna kuning.

Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Dalam pemasangan atau instalasi pastikan listrik di rumah dimatikan terlebih dahulu (jika menghubungkan langsung dengan terminal listrik di rumah) untuk menghindari tersetrum karena melibatkan tegangan tinggi 220 VAC.
  • Pastikan setiap sambungan tersambung dan terisolasi dengan baik, terutama jika dipasang di luar ruangan, pastikan sambungan tahan air. Kalian dapat menggunakan skun dengan isolasi, shrink tube, atau selang pada sambungannya.
  • Pastikan juga jalur live dan netral tidak tersambung secara langsung karena dapat menimbulkan arus pendek (konsleting atau short circuit).

Demikian penjelasan mengenai cara memasang lampu sorot dengan 3 kabel sendiri. Selamat mencoba ya!

Semoga bisa membantu dan menambah wawasan kalian!

Jangan lupa untuk download aplikasi S-gala.com di playstore handphone kalian untuk mendapatkan promo dan peluang bisnis menarik dengan potensi untung jutaan rupiah per bulan!

Atau segera hubungi CS kami untuk penjelasan lebih rinci.



'Klik'  Untuk Melihat Menutup Daftar Isi Artikel
Harga 
This is some text inside of a div block.
SPANDUK KECIL 1 X 1
SPANDUK ALAT LISTRIK 2 x 1
STAND FAN KAKI BULAT MASTAP 16" M-16844
Harga Lengkap Produk
Kirim Katalog Produk Ke Email
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Informasi Reseller
Bergabung bersama ribuan reseller lainnya. Dengan modal awal Rp 200rb.
Informasi Reseller

Klik untuk Tanya-Tanya seputar Produk / Reseller ?

S-Gala.comGoogle Map Alamat kami
fb-review-img
google-review-img

Dapatkan Katalog Lengkap Reseller diemail anda

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Atau Chat LANGSUNG dengan admin kami melalui WA dengan klik tombol dibawah

CHAT WA Admin
Testimoni - ReviewPengiriman - PembayaranGaransi dan PenggantianMenjadi Mitra Droship PointKesempatan Bisnis ResellerKebijakan Privasi
S-gala.comGoogle Map Alamat kami
fb-review
google-review
Tim Pengaduan akan menghubungi anda dalam 1x24 jam

No WA Keluhan :
081222768892
Tutup Form
Refresh Halaman dan Kirim Ulang
X
Form Keluhan Pelanggan
2018-2020 CV Qions Putra Perkasa